Sosio-demografi SMA Negeri Tanjungkerta
SMA Negeri Tanjungkerta terletak di Dusun Sukamantri Desa Sukamantri Kecamatan Tanjungkerta Sumedang Jawa Barat telah berdiri sejak tahun 1997. Dari data sosio kultur masyarakat yang berada sekitar sekolah, penduduk kecamatan Tanjungkerta termasuk cukup banyak, tercatat kurang lebih 50.000 jiwa, yang tersebar di 13 desa, dan hampir seratus persen penduduk di Tanjungkerta mayoritas memeluk Agama Islam. Masyarakat Tanjungkerta merupakan masyarakat yang agamis, masih memegang nilai-nilai yang terkandung di dalam ajaran Islam, terbukti dengan menjamurnya lembaga-lembaga seperti pesantren yang berbasis keagamaan, baik formal maupun informal. Hal ini berdampak positif pada budaya pembentukkan karakter, pengembangan diri, pengembangan budi pekerti dan akhlaq mulia, sehingga sekolah perlu mengembangkan kurikulum yang berkaitan dengan hal tersebut, dan seyogyanya masyarakat dapat memberikan kontribusi yang positif.
Masyarakat Tanjungkerta memiliki kepedulian terhadap budaya, khususnya pada seni tradisional yang berkembang di lingkungannya, dengan demikian memberi peluang pada sekolah untuk mengembangkan potensi lingkungan, siswa, masyarakat terutama di bidang seni dan budaya Sunda lainnya melalui pembelajaran di kelas maupun pada kegiatan ekstra kurikuler. Dengan harapan dapat memberikan bekal pada siswa untuk bermasyarakat dikemudian hari. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Provisi Jawa Barat untuk mewujudkan regulasi Gubernur Jawa Barat tahun 2025 yang dikenal dengan “Gapura Panca Waluya”, yakni peserta didik yang Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer, serta ikut mendukung salah satu program Pemerintah Kabupaten Sumedang, dengan dicanangkannya “Sumedang Puser Budaya Sunda”.
Pada umumnya mata pencaharian penduduk di kecamatan Tanjungkerta sebagian besar adalah bertani, dengan demikian berimbas pada kualitas dan kuantitas lulusan/alumni SMAN Tanjungkerta. Selain bidang pertanian, terdapat juga berbagai sektor usaha lain misalnya bidang peternakan, perikanan, perdagangan, PNS/ ASN, wiraswasta. Kalau ditinjau semakin lebih detail ternyata mata pencaharian orang tua/wali siswa di SMA Negeri Tanjungkerta mayoritas dikategorikan sebagai buruh tani. Dengan demikian tingkat pertumbuhan ekonomi/ daya dukung finansial di SMA Negeri Tanjungkerta relatif rendah. Pendidikan orang tua siswa/ wali pada umunya masih relatif rendah, masih banyak orang tua siswa tingkat pendidikannya setaraf SD dan SLTP. Hal ini akan mempengaruhi motivasi pada peserta didik dan tingkat partisipasi pada sekolah.
Visi SMA Negeri Tanjungkerta adalah “Terwujudnya Peserta Didik yang Berkarakter, Terampil dan Berwawasan.”
Indikator Visi SMA Negeri Tanjungkerta :
Indikator Berkarakter antara lain:
Indikator Terampil antara lain:
Indikator Berwawasan antara lain:
Untuk mencapai visi dan membentuk dan penguatan karakter peserta didik, maka SMA Negeri Tanjungkerta menetapkan uraian misi sebagai berikut.
Adapun tujuan dari Kurikulum SMA Negeri Tanjungkerta adalah selaras dengan Tujuan Pendidikan Nasional yang tertuang pada Pasal 3 Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.